Rabu, 04 Desember 2013

Rabu Retta 7

You know, i still in a heart break till today that it-hurts-so-fucking-bad. But something strange happened this afternoon.
So this afternoon, i've been assigned to do some duty, luckily, with him.. 
Ehem, I did this duty, well, it's just a while.. at first, i thought that i would cry or run or something, but when i did this with him, i talked with him and gave jokes to each other like usual, i don't know, i felt so relax, i felt something so soft and comfortable just like warm wind that blow your face at the beach. You know,, peace..

I think i will keep this feeling, alone, i hope know soon or later it won't hurt me anymore. I adore him, so much, it doesn't really matter that he's already found someone. Because, i really adore him. And it's real

Then i remember this morning, when i prayed subuh, i asked god for peace because this wound is hurt me so much. So God granted my wish. Alhamdulillah. God is so great that He can change our heart.

Dan semoga ketenangan ini bertahan lama. Amin

Rabu Retta 6

It's been quite a long time since i wrote Rabu Retta. In the last post of Rabu Retta, i wrote that "you called me" then "i was flying to you".. The fact is, i was flying too high..Then I fell to the ground, and it hurts so fucking bad..

it hurts,,
it hurts,,
it hurts,,

Seriously it's killed me. The thing that i've been afraid for a long time has happened.
Why god, why..

I really don't hate that girl, i swear. It's just..., where am i supposed to throw this feeling?

God..

Rabu, 20 November 2013

Lawak Tiada Akhir

Entah gue lagi gak hoki atau emang hari itu gue lagi linglung. Bertubi-tubi nyasar dan salah bis. Padahal, kalo ga nyasar-nyasar, gue harusnya bisa sampai Blok M kira-kira 1-2 jam aja. Tapi,, beginilah akibatnya kalo lo gak fokus dan suka asal tembak aja. Dari halte busway deket kost Ulya, harusnya gue naik bis yang ke Harmoni langsung, eh gue malah asal naik bis aja dan udah turun di Kampung Melayu (Bisnya berakhir di situ aja, gak sampe ke Harmoni). Padahal kalo gue naik bis yang bener, gue harusnya bisa langsung ke Harmoni buat transit ke Blok M tempat bokap jemput gue.

    Ketololan gue berlanjut lagi. Udah bener sih gue berdiri di pintu halte yang ada tulisannya "Harmoni/Ancol" Nah, dengan tololnya gue bukannya nanya dulu, gue dengan pedenya naik aja bis yang berhenti di pintu itu. Gue pikir semua bis yang berhenti di situ tuh ke Ancol tapi lewatin Harmoni dulu. Begooo padahal Ancol itu ujung utara, dan Harmoni sama Ancol itu jalurnya beda! Belok gitu. Tolol bingit. Mana gue ketiduran gak merhatiin jalan. Jadilah gue sampai di Ancol. Aaaaaaaa begooo!! Ancol di utara, rumah gue di selatan. Ujung sama ujung wakakakak lawak banget! Koplak.



   Trus berlanjut ke ketidakhokian. Gue nungguin bis yang ke Harmoni lama banget ga lewat-lewat. Eeeeeh ternyata bis yang jalur Ancol-Harmoni lagi gak ada! Anjiiiiirrrrr ga hoki banget sih gue! Yaudah gue naik aja bis yang ke arah balik ke Kampung Melayu. Gue pikir ya gue ga perlu terus mentok ke Kampung Melayu sih, gue berhenti aja di halte setelah belokan ke harmoni (Dari arah Ancol) logikanya kan di arah sebaliknya pasti ada bis ke Harmoni tuh. Tapiii gyaaaaaaaaaaa gue dengan begonya turun kecepetan di Senen, sebelum belokan ke Harmoni! Anjirr!! tolol tolol tolol! Gue bengong apa gimana sih! Jiahelaah, terpaksa deh gue nungguin bis ke Kampung Melayu lagi. Dan itu lama bangeeeeet!! *Nangis*

Arrrrrggghhhh!!!! Gue cuma pingin sampai Harmoni segeraaa!!!

   Pokoknya gue ga boleh lawak lagi. Gue bener-bener pasang mata dan telinga. Akhirnya gue turun di halte Salemba UI, setelah belokan ke Harmoni tuh. Trus gue nungguin bis yang ke arah Harmoni deh. Mungkin orang-orang di halte mikirnya gue lawak banget ya. Udah turun, eh naik bis lagi ke arah yang berlawanan. Yaudah lah. Emang gue lagi lawak banget hari itu

    Habis itu, semuanya lancar *thank god*. Gue sampai di Harmoni trus lanjut bis ke Blok M

    Finally ketemu keluarga gue. Yaampun kangen. Tapi gue bener-bener hiks banget. Harusnya kalo dari awal gue naik bis yang bener, paling jam 2 atau jam 3 gue udah sampai di Blok M. Tapiii karena peristiwa ini, gue sampai di Blok M jam 5. Ya Allah, waktu gue yang berharga habis di jalan :'(

Tapi yaudahlah, jadikan pelajaraa aja :)

One-day Trip to the Old-Town

Ahhh entah apa yang membuat gue secara tiba-tiba terdorong buat lihat-lihat tiket kereta waktu lagi jajan di i*ndomaret. Wah, tiket kereta progo jogja-senen masih ada tuh. Tek! gue langsung beli ga pake mikir. haha nekat aja.

    Yaudah, jadilah gue seorang diri melakukan perjalanan kereta ke Jakarta sendirian. kereta ekonomi. Di jumat sore yang berhujan lebat (Thank to Saras yang udah dengan so sweetnya nganterin gue ke stasiun sampe telat rapat hehe). Gue turun di Jatinegara sekitar jam 3 pagi. Telat sih itu, tapi bersyukur juga seenggaknya gue ga perlu terlalu lama di stasiun Jatinegara. You know lah, jakarta timur.

    Dan lo tau siapa yang jemput gue? Ulyaaaaa!!!!! Kyaaa udah lama ga ketemu temen gue yang atu ini. Sejak doi pindah, gue jadi ga punya temen wisata kuliner di jogja. Huffth sepi.


Lama ga ketemu Ulya :")


    Jadilah hari itu gue ngungsi dulu di kostnya ulya di daerah Bidara Cina, Otista, ga jauh dari stasiun sih. Tadinya gue mau pulang ke Pamulang siang itu, tapi ternyata oh ternyata, nyak-babe gue lagi pergi kondangan haha jadinya gue jalan-jalan dulu sama Ulya ke Kota Tua > <

Perjalanan pertama dimulai dengan masuk ke Museum Bank Mandiri...
















   Harus gue katakan museum bank mandiri ini keren. Di sini dipajang berbagai barang dan dokumen jadul yang berhubungan dengan dunia perbankan. Banyak memorabilia dan manekin yang menggambarkan suasana dunia perbankan jaman dulu. Sayangnya karena kamera cupu dan memori cuma seiprit, ga semua yang ada di sana difoto. Malah lebih banyak bernarsis ria wakakakak

Dan lalu kami pun melanjutkan perjalanan. Lalalala..

Becek habis hujan


Selanjutnya kita ke Museum Bank Indonesia...














   Kesan gue sama museum ini tuh kece banget! Begitu masuk, lo akan disuguhi lorong sejarah perjalanan panjang kehidupan keuangan dunia dan Indonesia. Dari mulai gimana asal muasal dunia perekonomian waktu masih jaman orang keliling dunia pake kapal, sampai sekarang udah ada internet banking. Desain dan pengaturan cahaya di museum ini juga bener-bener ciamik. Ga bakal nyesel kalo ke museum ini. Sayangnya gue ga foto-foto banyak hal-hal di museum ini. Banyakan narsisnya. Haha biasa lah..

Habis itu gue sama Ulya jalan-jalan di sekitar wilayah kota tua itu. Kebetulan waktu itu lagi ada festival budaya betawi di sana. Ada panggung dangdutan sama stand-stand makanan. Gue sama Ulya makan siang ketoprak kaki lima hihii



Lanjut. Museum Toko Merah (?)






    Toko merah? Hihi namanya mirip kayak toko alat tulis ciamik di Jogja. Tapi museum ini isinya tentang kebudayaan Indonesia gitu. Well tapi gue sama Ulya ga masuk situ sih. Akhirnya kami narsis-narsisan aja di depan bangunannya. Bagus soalnya. Merah mencolok di antara padatnya deretan bangunan lainnya.

    Hari udah sore. Capeks. Maka selesailah perjalanan kami di Kota Tua hari itu. Gue sama Ulya lalu balik ke kostan Ulya naik Transjakarta. Desek-desekan karena udah sore, jam pulang kantor gitu kan. Gue sadar banget sih, perjalanan (?) ini lebih banyak narsis-narsisannya daripada belajar sejarahnya wakakakak yang penting asyik.

    Sampe di kost Ulya, gue udah lemes dan capek banget. Mana hujan. So, malam itu gue memutuskan buat nginep semalem di kostan Ulya. Hihii biar tambah akrab x) Besoknya, baru deh gue pulang ke Pamulang...

   Thanks Ulya, kapan-kapan boleh lah ya gue gangguin lo lagi? hihii

Bonus foto model :p

Senin, 11 November 2013

Rabu Retta 5

Ahahaha i thought i should have given up

lalalalala

saya sudah menyerah..

But suddenly..

You stole my heart again

Saya bingung..

But, okay, i think i'll just let it flow~


Selasa, 22 Oktober 2013

Rabu Retta 4

Things that i'd been afraid of has finally happened

Oh god, why does he has to love that girl?
They've just known each other for a very short time.

I supposed to know who the fuck that bitch is, but thank god it always be such a hard thing for me to remember someone's faces

Is she that pretty so you can be falling in love wif that bitch easily?

I LOVE YOU FIRST. I am supposed to be with you, not her!

And oh god, seriously, she's not deserve to be with you. She doesn't even like animals like you do.

Kamu lebih cocok sama aku...

Rabu Retta 3

I just don't know what to do
You are getting more handsome every day and seriously, i just don't know what to do..

I want to hug you and call you "hey baby" or what else, just like a normal couple
.
But i just don't know what to do

Minggu, 06 Oktober 2013

Rabu Retta 2

Kamu adalah, seseorang yang membuatku menengok kembali ke belakang ketika ku  memutuskan untuk terjun ke jurang

Membuatku teringat, oh, aku tak akan mungkin bisa. Kamu terlalu jauh. Lebih baik aku melompat saja. Buat apa..

I love you.,
I felt down.,
I gave up.,
I fell.,

But then..,
A miracle has occurred..,

You called me.,
I saw you.,
I woke up
I was flying to you.,


And finally. i caught my self has been trying once more..

Selasa, 17 September 2013

Rabu Retta 1

Seberapa besar pun usaha untuk melupakan perasaan ini, semakin besarlah bulatan perasaan di hati ini.

Kamu seperti melodi yang indah di telingaku..
Seperti seorang pendekar tampan di mataku
Seperti tersetrum ketika ku menyentuhmu
Semakin terkembanglah hati ketika menyebut namamu

Kau mungkin tak merasa,
Betapa ku sangat suka melihat kau tertawa,
Sangat sangat suka.
Ingin ku lakukan apa saja asal bisa selalu melihat tawamu
Dan menjadikan tawa itu milikku

Kenapa pula semua ini harus terjadi! Begitu pikirku dulu. Namun semakin mengelak, perasaan ini selalu saja terus menghadangku ke arah manapun aku melangkah. 

Kau mungkin tak tau. Sudah lama aku menjadi temanmu. Belajar bersama, bekerja bersama, bermain bersama. Entah sejak kapan aku memulainya, namun mau tak mau akhirnya aku menyadarinya.
Kamu Itu Favoritku

Satu menit, satu hari, enam bulan, dua menit.
Selalu ada menit-menit, hari-hari, dan bulan-bulan manisku bersamamu. Yah, mungkin manis bagiku saja.
Ingin sekali kujadikan saat-saat itu menjadi manis bagimu juga. Dan ingin kujadikan itu semua tak hanya dalan menit, hari, dan bulan, namun selamanya..
Tuhan, ku mohon jadikanlah saat-saat manis itu menjadi selamanya. Kaulah Sang Maha Pembolak-balik Hati. Jadikanlah ia mencintaiku juga, Ya Tuhan..

Bukankah cinta itu tak melihat umur?

Senin, 02 September 2013

Try to write some paragraph, but i'm just too speechless about this

I always hate when i feel something like this. I thought i won't experience it anymore. Cause, you know, life's not fair...

Happy Birthday and See You (Very) Soon, Ulya!

Akhirnya mega project (?) tim kece Takana Jo Kampuang terlaksanaaa \^0^/
Misi besar buat ngasih surprise ke Ulya. Kebetulan doi ulang tahun akhir juli, pas lagi liburan, jadi ga bisa kasih dia surprise tanggal segitu soalnya kitanya juga lagi ada di kampung halaman masing-masing.

Daaaaaan, kabar mengagetkan datang, Ulya resmi pindah ke STIS di Jakarta. Hiks hiks. Asli, sedih beudh. Ulya temen yang biasa gue cari kalo mau cerita dan curhat, temen wisata kuliner, temen jalan-jalan, dan yang biasa gue mintain tolong sekalipun itu ga penting, sekarang pindah, jauh pula. Wah, maka kita pun resmi harus melakukan sesuatu sebelum doi pindah. Surprise, sekaligus perpisahan (?). Ya ga bisa dibilang perpisahan juga sih. Kan kita masih bisa ketemu, toh Ulya kampungnya di Magelang ini, cuma sejam aja dari Jogja. Tapi karena kesibukan masing-masing dan jarak yang ga bisa dibilang dekat, bakal susah ketemu lagi nantinya.

Hari jumat tanggal 23 Agustus, gue, Ayi, Harfan, Arum, dan Dian, touring (eaa) naik motor dari Jogja ke Magelang. Janjian dulu sama Sapto dan Arda, pacarnya Ulya. Trus udah deh, kita ngelewatin Borobudur, dan sampai di rumahnya Ulya. Doi kaget liat kita rame-rame di rumahnya. Bawa kado~

Kadonya, jersey bola Chelsea FC patungan dari kita semua. Ayi juga ngasih mozaik wajah, dan gue ngasih scrapbook 30x30 yang gue buat dua hari di kostan. Gue sampe berkali-kali kena lem tembak yang masih panas, terus kamar dan muka gue jadi penuh glitter wakakakak. Tapi akhirnya berhasil. Lumayan sih, scrapbook pertama gue. Di situ ada copyan tiket final NBL, yang gue tonton bareng Ulya di GOR UNY bulan Mei kemarin. Momen yang ga akan pernah gue lupakan :")


Besoknya nih yang seru.
Malem minggu, Takana Jo Kampuang main ke pasar malem di daerah Denggung, Jalan Magelang. Deket rumah mbah gue. Lumayan gede sih pasar malemnya. Ada kora-koranya. Di sana kita ngasih surprise kue (tiup lilinnya diiringi dangdutan pasar malem loh) buat Ulya sekaligus seru-seruan bareng sebelum doi pindah ke Jakarta.

Habis tiup lilin

Arda malu-malu :3





Dian - Ayi di dalem komidi putar

 
Arum lepas kacamata. Biar ngeri ketinggian, tetep berpose xP



Depan kora-kora

Sebelum kora-koranya kenceng. Masih seger gitu~

Habis naik komidi putar, kami main kora-kora. Itu loh, mainan perahu-perahuan yang diayunin tinggi-tinggi berulang kali, kayak yang di Dufan itu tuh. Walopun pasar malem, kora-kora di sini lumayan bikin sensasi geli di perut. 
Arum paling kocak waktu main kora-kora. Doi duduk paling belakang di samping bocah yang sama sekali ga ngerasa takut dan malah tereak "Kurang tinggi!". Nah si Arum, sambil kora-koranya lagi kenceng-kencengnya, dengan sebelnya bales tereak: "KURANG TINGGI APANYAAA?!! UDAAAAAH!!" Wakakakakakakak kocak beudh gue dengernya hehe. Lain lagi Dea, gue bisa liat doi udah pucet gitu, eh sampingnya ada anak kecil nangis. Wakakakak cape ketawa gua.

Dan akhirnya malam semakin larut (?) dan kami pun memutuskan buat pulang. Kami balik ke kostan, Ulya sama Arda balik ke Magelang. Sebelum pisah, kami sempat berpelukan dulu. Lusanya, Ulya bakal capcus ke Jakarta.

Dadah Ulya, baik-baik ya di sanaaa. Just keep contact and remember that we love you :")

Selasa, 23 Juli 2013

Bintang dan Lorong Putih

Bintang, sampai kapan ia akan menangis,
Dalam senyuman, hatinya teriris,
Lagi-lagi takdir membunuhnya sadis,
Hidup memang tak selalu manis,

Bintang, janganlah kau merana,
Dongen-dongeng terdengar mempesona,
Tak kau miliki dan buat kau bertanya,
Akan cintamu yang entah di mana,

Oh lihat itu dua kenalannya lewat di depan jendela

Kemudian, oh tidak, Bintang, hentikan.

Jangan lagi kau buatku tenggelam dalam air matamu

Ia pergi ke bawah. Di depan cermin, ia tusuk wajahnya sendiri. Kemudian sembuh, lalu ia tusuk lagi. Sembuh, tusuk, sembuh, tusuk. Berabad-abad terus tanpa henti.

Kemudian Bintang akan naik lagi ke kamarnya. Di kotak itu, ia simpan pisaunya. Entah pisau yang keberapa ribu kali ini. Sambil ia simpan kotak itu di kolong kasurnya, hatinya terus menyesal. 
Mungkin aku memang manusia terkotor di bumi ini, pikirnya.

Bintang sahabatku, ia bukan gadis gila, ia hanya tak mampu menjawab rasa yang mengganjal di hatinya, 

"MENGAPA AKU TAK BISA SEPERTI MEREKA??!!!"

Dalam lorong gelap tak berujung, ia teriakkan pertanyaan itu. Lalu ia cabut jantung dari dalam dadanya.
Darah mengucur deras.

Bintang si gadis biasa yang sangat biasa, dalam hatinya ia terus tanyakan.

"Di manakah kau yang terima buruk rupaku?"
"Di manakah kau yang terima kebodohanku?"
"Di manakah kau yang terima kekasaranku?"
"Di manakah kau yang mampu melihat baikku?"
"Di manakah kau, kau yang akan sangaaaat aku cintai lebih dari diriku sendiri?"

"Tak perlulah kau yang kata orang sempurna akan segalanya, yang ku ingin hanyalah ia yang ku kenal dan ku cintai karena Tuhan. Ia yang tak hanya belahan jiwaku, namun juga sahabat tempatku berbagi hingga akhir hayat"

"Aku ingin seperti mereka, sungguh. Aku ingin punya kisahku sendiri. Aku juga manusia.  Aku tak perlu  uang banyak ataupun kedudukan, aku hanya ingin mencintai dan dicintai"

"MEREKA MENDAPATKANNNYA! MEREKA MENDAPAT YANG JUSTRU SANGAT SEMPURNA. SEMENTARA AKU HANYA MENGINGINKAN HAL YANG SEDERHANA, NAMUN TAK PERNAH KUDAPATKAN!"

"Aku kurang apa? Kurang cantik seperti dia? Apa sifatku yang apa adanya ini justru buruk? Perlukah aku berubah?"

Dalam gejolak jiwanya, Bintang menuliskan semua itu dengan darahnya pada tembok lorong ini. Lorong putih yang tak pernah tersentuh orang lain.

Ia lalu ragu, mungkin pertanyaannya bukanlah "Di manakah kau" namun "Adakah kau"

Dalam kubangan darah, Bintang menangis. Wajahnya biru. Bintang pun mati tenggelam dalam darah bersama luka di hatinya. Ia dan lorong itu tak pernah ditemukan. 

Hanya aku, nuraninya yang tahu semua di mana.

Senin, 15 Juli 2013

SMA

Hari pertama tahun ajaran baru, anak sekolah mulai masuk. Iseng aja gue lagi pingin jalan keluar sembari nemenin adek gue sekolah, bukan karena jogging pingin kurus kok, tapi lagi pingin jalan aja liat yang seger pagi-pagi, hehe

Sepanjang perjalanan, gue sempet liat ada anak cewek berseragam naik motor dibonceng bapaknya, dengan rambut dipita warna-warni kayak lenong, bawa balon beterbangan sepanjang jalan. Kayaknya sih buru-buru. Mungkin ketiduran atau kebiasaan beser tiap abis sahur, bukan urusan gue sih, jadi sebenernya gue sendiri ga ngerti kenapa juga harus ngebahas alasan nih bocah telat segala, ga ada hubungannya, haha.

Tapi tiba-tiba, muncul gelombang hitam-putih dalam diri gue. Tertangkap ingatan akan seorang cewek pendek, item, cupu, namun idup, naik angkot sendirian subuh-subuh dari Pamulang sampai Cisauk. Pas turun, baru deh tuh gue ketemu segerombolan kucrit bernasib sama. Ada temen SMP gue si Hening, Illina, Tommy, banyak deh. Rebutan beli balon gas udah kayak anak babi rebutan makanan, hehe. Yap, cewek cupu ini adalah gue :)

Ah SMA...
MOS, seragam putih abu-abu, upacara, temen sebangku, sahabat se-geng, kantin tempat nongkrong, pohon rindang tempat ngegosip, lapangan tempat latihan ekskul, OSIS, pedekate, pacaran sama senior, nge-band, diputusin, tugas, debat, study tour 3 hari 2 malam, bimbel, ngurus pensi, pusing mikirin tugas, pusing mikirin ulangan, pusing mikirn mau kuliah jurusan apa di mana, pusing mikirin masa depan, canda, tawa, sedih, cemburu, berpisah,...

Semuanya hal kecil yang dulu kita anggap biasa aja, tapi begitu udah lepas semua, baru rasanya kangen banget. SMA tuh masa yang santai, santai bukan tidur-tiduran di pantai, tapi SMA tuh masa-masa saat kita lagi punya banyak mimpi. Saking banyaknya, sampai bingung mau masuk IPA atau IPS. Begitu udah masuk IPA, bingung lagi mau masuk kedokteran apa teknik, eh begitu lulus, malah murtad ke komunikasi, hahaha
Dan jelas, beda banget sama yang namanya kuliah.. Yaudahlah ya ga usah dibahas kuliah itu kayak gimana, pokoknya mah beda banget. Kuliah itu udah lebih dekat ke dunia kerja, dunianya udah dewasa, udah ga seliar remaja dulu.

Kalo boleh jujur, Waktu SMA, banyak hal yang nyesel udah gue lakuin, ga usah dibahas juga hal-hal ini apa aja, sakit. Tapiiiii lebih banyak hal yang nyesel gak gue lakuin, dan sekarang udah ketuaan buat ngelakuinnya. SMA tuh, pingin nakal, nakal aja. Pingin berontak, berontak aja. Banyakin prestasi, banyakin tampil. Remember YOU ONLY YOUNG ONCE! Gue nyadar dulu gue terlalu cupu. Sering malu-malu, ga nyetak prestasi, cupu, ga pede, pokonya cupu deh ah!

Makanyaaaaaa gue pingiiin banget demi apapun muter balik waktu dan kembali jadi gadis berseragam putih abu-abu itu lagi. melangkah dari gerbang sekolah ke dunia penuh mimpi itu. Sekali lagi.
Gue janji bakal lebih ceria, lebih pede, banyakin organisasi, ikut kursus drum lagi tapi lebih niat, gabung ekskul kece, gak keluar dari salah satu komunitas yang dulu pernah gue ikuti tapi terus keluar (dan sekarang udah jadi komunitas besar), pingin bisa lebih cantik, dan gaul. 

Tapi gimana lagi, waktu ga bisa diputer balik, emangnya sepeda vixie =______=
Jadi yang bisa gue lakuin hanyalah buka MP3, dan dengerin lagu jadul kece ini:

Four years you think for sure
That’s all you’ve got to endure
All the total dicks
All the stuck up chicks
So superficial, so immature
Then when you graduate
You take a look around and you say HEY WAIT
This is the same as where I just came from
I thought it was over
Aw that’s just great

The whole damn world is just as obsessed
With who‘s the best dressed and who‘s having sex,
Who‘s got the money, who gets the honeys,
Who‘s kinda cute and who‘s just a mess
And you still don’t have the right look
And you don’t have the right friends
Nothing changes but the faces, the names, and the trends
High school never ends

.....
And you’re still listen to the same shit you did back then
High school never ends

High school never ends

.....
And I still have the same three friends
And I’m pretty much the same as I was back then
High school never ends

High school never ends

High school never ends

Here we go again

(Bowling For Soup - High School Never Ends)



Gue kangen kalian semua...

Sabtu, 18 Mei 2013

Perkap

     Ohya, gue belom cerita, selama 6 bulan ini gue sibuk jadi panitia acara jurusan, namanya Petroleum Industry Training (PIT). Gue masuk di seksi perkap. Awal dibuka pendaftaran panitia, sama sekali ga kepikiran buat milih seksi ini. Waktu itu, gue milih seksi *piiiip* dan udah wawancara segala gitu. Tapi gue akuin jawaban gue emang ngaco wkwkwk, eh ternyata pas pengumuman, gue diterima. Dapet SMS yang isinya selamat, tapi gak gue baca sampai akhir, jadi gue pikir, gue diterima di seksi piip itu, sampai akhirnya, Ayi ngebaca SMS gue, dan dia langsung bilang:
"Ngaco, Sarprasdek tau lu ndah, ini mah perkap! Haha!"
Haaah? Jauh banget, gue mau apa, dapet di apa =________= ga tau apa karena gue kelihatan macho apa gimana, tapi gue beneran heran waktu baca ulang smsnya. Kalo kata Harfan, mungkin gara-gara gue kayak benang kusut, hahahahahahhaasem

Tapi pada akhirnya gue ga nyesel masuk seksi ini. Yeah right.

Jadi ceritanya gue "dilempar" ke seksi perkap yang isinya 11 cowok yaitu Ridho, Vito, Arya, Novri, Reza, Rendy, Afta, Harry, Faqih, Ardy, dan Humam di bagian kuli, plus 4 cewek yaitu gue, Saras, Herlin, dan Salmer di bagian dekorasi.
Yeah right, ini seksi yang paling nguras tenaga dan pikiran banget. Awal kepanitiaan, saat seksi-seksi lain pada belum ada kerjaan, kita udah harus survey nyari tempat, dan bahkan sampai akhir acara pun masih harus bersih-bersih plus ngembaliin barang sewaan.

Tapi awal dari job kuli kami waktu awal tahun baru kemarin, pas lagi acara reuni jurusan, kami disibukkan dengan bikin stand promosi PIT, trus waktu jualan tiket, bikin stand lagi. Ngegambar pabrik di kertas linen ukuran jumbo, trus yang cowok, bikin gapura dari bambu.





Tapi yang paling capek tuh beberapa minggu sebelum hari-H. Kami dapet ide dekorasi buat bikin maket pabrik yang dikasih lampu-lampu biar nampak glamour. Maka jadilah beberapa orang terpilih *eaaa* plus para sahabat perkap, rutin ke HonFab (Kayak studio arsitektur gitu) demi ngebikin itu maket dari mulai ngedesain pabriknya *thank to Ais si master AutoCad*, buat dicetak, habis itu dibentuk jadi figur-figur 3 dimensi, sampe akhirnya disusun sesuai desainnya. Dan itu bener-bener nguras tenaga dan waktu banget. Sampai bolos matkul elemen mesin segala. Hahaha bener-bener deh!








Ada satu kejadian yang menjadi titik balik dari yang tadinya kami rada males kerja, jadi berubah pada getol. Satu peristiwa yang bikin kami membuka mata dan itu mengubah sistem kerja kami jadi lebih baik. Gue sendiri juga sempet nge-down di minggu terakhir sebelum hari-H. Gue ngerasa gak nyaman, sebel, jenuh, ngerasa cemen dan ga adil. Lukisan yang gue bikin di BSO robek, jadi harus ngerjain di kost sampe pagi. Dan itu bener-bener bikin gue gila. Apalagi di H-1, gue udah capek-capek nyari  botol kaca jauh-jauh, ngebut dan mengejar waktu takut Lab Minyak Bumi tutup, tapi ternyata botolnya ga dipake. Gue sampe ga bisa nahan air mata...

Tapi kami bekerja pake sistem "serius namun santai". Sambil ngerjain semua tugas-tugas itu, kita ga berhenti buat bercanda, ngobrol, kesel-keselan, bete-betean, ketawa, saling hina, saling mesum, saling maksa, saling bantu, dan saling prihatin. Dan itu semua bikin kami jadi lebih mengerti satu sama lain. Herlin dan Saras yang tadinya kalem, jadi keluar alaynya. Gue, yang awalnya sompret, hmm... tetep sompret wkwk



Dateng bareng, ngerjain bareng, makan bareng, main bareng, dan bahkan yang cowok aja sampai pada nginep di rumah Rhino demi nyelesein maket.

Akhirnya, 11-12 Mei 2013, hari-H! Gue kebagian jadi L.O. yang kerjaannya harus melayani (?) peserta. Selesai hari 1 pun kami masih harus rapiin gapura buat besoknya. Sampe acara selesain pun perkap masih harus beres-beres dan bersih-bersih. Kurang macho apa coba?

Pito dan Pita: "Selamat Dataaang ^^"



Maket yang dibikin sampe babak-belur

Reza tepar

Cape banget

Akhirnya selesai deh acara PIT! Yeay!

Besoknya, kami "rapat" evaluasi khusus Sarprasdek. Dibilang rapat juga, isinya curhat dan kesan-kesan kami selama jadi perkap. Jadi saling ngerti isi hati dan kekesalan semua anggota, dan gue dipaksa curhat gara-gara beberapa anak ada yang liat gue nangis. You know what, pas gue mengakui kalo gue pemalu, kontan semua pada ketawa ngakak! Anjir, gue tuh emang pemalu tauuuu!! Kok diketawain sih =______=

Dan "rapat" itu adalah jarkom sayang terakhir dari boss Ridho. Biar dikata PIT udah selesai, itu semua bener-bener left so much things to me. Banyak yang gue alami dan gue pelajari dari semua ini. Kerja sama dengan orang dari berbagai daerah dengan berbagai karakter itu ternyata merupakan seni tersendiri.


Dari mulai si Ridho, boss koor yang orangnya keras, blak-blakan, dan sering bikin gue kewalahan harus ngikutin dia, walau kadang nyebelin, tapi itu semua ya demi totalitas pekerjaan kami. Doi lah yang rajin ngejarkom, nyusun job-desk anggota, sampe niat banget bikin timeline target pekerjaan. Berkat itu semua, kami bisa nyelesein maket, gapura, dan segala macem dekorasi serta perlengkapan tepat waktu dan hasilnya bagus banget. 

Terus Humam, si manusia tanpa ekspresi yang selalu "Talk (very) less but do more". Faqih, Ardy, Novri, dan Harry yang dari awal rajin dan bertanggung jawab banget. Lalu Afta, makhluk absurd doyan tidur yang ketika kami lagi kerja, dia malah mainan gabus, dan giliran kami lagi ngegergaji kayu buat bikin dekorasi, dia malah ngegergaji pohon hahaha. Tapi kalo ga ada dia, mungkin seksi ini ga akan seru. Ada lagi Ranu, Arya, dan Reza, yang lebih absurd lagi, salut sama mereka yang menurut gue, perkembangannya pesat banget. Makin ke belakang, makin rajin dan oke banget kerja-samanya. 

Belum lagi si Rendy, yang awalnya sibuk banget sampe gue susah buat ketemu dia demi ngebahas dekorasi, tapi lambat laun, apalagi sejak peristiwa titik balik itu, doi jadi lebih loyal dan enak diajak kerja-sama. Dan si Vito yang saking machonya, bisa menggergaji kayu sekaligus triplek, dalam satu tarikan napas. Otot kawat tulang besi!
Cewek-ceweknya, beuh, lebih absurd lagi. Herlin, Saras, dan Salmer, yang kalo lagi ga ada para cowok, sering melampiaskan stress dengan tereak-tereak, nyanyi ga jelas, dan sok-sok niruin acara Eat Bulaga hahaha

In the end, i gotta admit that i'm so proud of them. of we. Gue harus mengakui kesemua anggota perkap ini bener-bener kuat dan perkasa ^^

Bonus xP:

Dear R

Tulisan ini sudah mengendap di laptop sejak Juni lalu, tapi karena banyak sekali pekerjaanku di bidang penyelenggaraan ini, aku tidak sempat...