Selasa, 19 Januari 2016

Diary Penelitian: Analisa Kadar

Penelitian gue itu termasuk gampang sebetulnya, tapi ada beberapa hal yang bikin bingung. Pertama, metode penelitian yang masih bimbang karena variabelnya yang rawan, dan di manakah gue bisa menganalisa kadar besi pada bahan sampel yang udah gue ambil dari sumur salah satu warga di Desa Plumbon, daerah Kulon Progo dekat pantai Glagah, sekitar bulan nopember kemarin.

Jadi, gue harus menganalisa terlebih dahulu kadar besi awal di air tanah sebelum diaerasi (pemberian gelembung oksigen pada air). Nah,biasanya sih, mencari kadar suatu unsur dalam air bisa memakai instrumen yang ada di lab jurusan. Nah, kebetulan banget, instrumen yang mau gue pakai, yaitu AAS (Atomic Absorption Spectroscopy)-semacam alat untuk mengukur kadar suatu unsur dalam cairan berdasarkan daya serapnya terhadap panjang gelombang tertentu oleh atom dari unsur yang ingin dicari kadarnya- Nah, alatnya itu dengan kamfretnya, rusak. Tahun lalu padahal masih ada yang pakai. Tapi tahun ini gak bisa. Trus akhirnya gue direkomendasiin ke jurusan kimia MIPA aja atau ke BTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular). Yaudah, gue coba deh tuh ke BTKLPP DIY yang letaknya di daerah Bantul dekat jalan Wonosari. 

Prosedurnya gampang kok, tinggal antri, terus kasih sampel minimal 100 ml dan isi data lalu bayar deh ke petugasnya. Gak pake bikin surat-suratan. Makin banyak jumlah sampel dan parameter unsur yang mau lo cari kadarnya, semakin mahal. Sebetulnya nyari kadar dalam bahan cair di BTKLPP ini termasuk murah karena ini memang badan pemerintah. Tapi ya gitu, lama. Sampel gue aja yang cuma sebanyak satu botol aqua 330ml dan cuma satu parameter besi aja baru bisa diambil tanggal 5 Februari, padahal gue masukinnya rabu kemarin, huft. Harganya pun beda-beda. Untuk parameter logam, kayak punya gue, itu 27 ribu per sampelnya. Untuk kalsium, punyanya partner gue, itu cuma 7 ribu. Well, gue masih pingin cari tau dulu kalo di Kimia MIPA kira-kira berapa lama ya. Habisnya dengan waktu analisa yang lama ini takutnya ntar kalo ada masalah di penelitian gue, malah jadi ribet. Kalo harganya gak terlalu besar selisihnya dan bisa lebih cepat, mungkin gue bakal nganalisa di MIPA aja :/

Jumat, 01 Januari 2016

Hey, 2016!

"udah ndah, ikhlasin aja. Sambil pelan-pelan ngobatin hatilo, mending lo mempercantik diri aja ndah. Siapa tau ntar ada yang jauh lebih ciamik naksir lo"

Itu adalah masukan dari sahabatku ketika  aku mengalami patah hati terakhir kalinya sekitar semester 3 silam. Tina, gadis batak tulen yang sudah sahabatan denganku sejak akhir 2011, yaitu ketika aku memutuskan menunda masuk kuliah. Siapapun pasti pernah curhat sama tina, bahkan aku yakin 100% cowok kelas IPA dan sebagian kelas IPS ronin NF Ciputat pasti pernah meminta masukan perkara percintaan darinya. Tina adalah orang yang akan aku cari jika aku membutuhkan masukan yang rasional dan tidak berat sebelah. Padahal dia sendiri belum pernah pacaran, tapi udah bikin banyak insan berpacaran, pasangan yang berantem jadi berbaikan, dan yang patah hati jadi enakan.

Maka setelah patah hati yang membuatku lemas hingga aku hanya bisa bersandar pada teman curhatku ketika melihat lelaki yang aku suka 'menembak' perempuan lain di depanku, aku pun mengikuti saran Tina. 

Aku mengganti gaya berpakaianku, tentu yang menurutku masih nyaman, tak lupa belajar dandan yang cakep. Hal terbesar yang kulakukan saat itu, yang sampai saat ini benar-benar bersyukur kulakukan, yaitu smoothing. Dan yak, lagi-lagi tina juga yang mengusulkan itu wkwk.
Pertama kali  ke kampus dengan penampilan baruku, banyak yang pangling, ketawa ngakak, dan berbagai tanggapan lainnya. Tapi, ehem, tiap aku rapat Humas atau Mapateka, pasti ada aja yang bilang "indah sekarang cantik yaa"

"Mbak indaaahh?? Waahh sekarang beda ya mbak rambutnya. Tapi cantikan begini lho" Kata Sayekti, adik angkatan yang kelompoknya kupandu saat dia ppsmb jurusan dulu.

Tapi yang paling sering terang-terangan bilang "Indah sekarang cantik" si Salmer sih wkwk (kok malah cewek-cewek ya ._.)

Dan ya, setelah itu aku bertemu seseorang. Dia yang menggemari rambut  panjang bahkan perempuan-perempuan yang pernah bersamanya pun juga berciri demikian. I dont wanna talk too many about him. Tetapi dalam perjalanannya, banyak perbedaan di antara kami yang akhirnya, hubungan kami kandas.

Lihatlah aku sekarang. Sembari memandang langit malam pergantian tahun dan menikmati rangkaian kembang api yang medentum-dentum, aku merenung. Seolah kaleidoskop kejadian sepanjang 2015 tergambar di setiap sinar yang dipancarkan oleh natrium, barium, litium, stronsium, dan tembaga yang berwarna-warni, hingga kemudian menghilang diiringi sorakan-sorakan dari lautan manusia, sekian kaki di bawahnya. 

Banyak yang terjadi di tahun 2015. Dan kau tahu apa salah satu yang begitu kusyukuri? 

Bertemu dengannya..

Dia adalah orang yang berjanji akan menertawakanku jika aku berhenti mendadak dari KKN. Ketawanya waktu itu nyebelin banget. Dia adalah seseorang yang dengan kuat dan sabarnya mengatur api yang ternyata tidak mudah, seharian dari pagi sampai magrib untuk membakar sekam padi laknat. Dia adalah seseorang yang pada suatu malam menarikku ke dapur, menunjukkanku wadah sayur yang hampir habis ketika sebelumnya aku marah-marah karena kukira masakanku tidak ada yang mau makan. 
"Tuh, lihat gak?! Si monyet aja makan juga!" Itu katanya. Sambil menarik lenganku dan mengatakannya dengan menatap langsung mataku, tajam.
Dia adalah teman ngopi dan ngerokok bareng yang asyik sambil ngobrolin banyaaaak hal yang luarbiasanya nyambung selalu. Dia itu smart. Aku bahkan suka pusing sendiri saat aku dan dia sedang membahas sesuatu yang berat dan otakku yang terbiasa berfikir eksak ini gak nyampe dengan kekritisannya yang gak mainstream. Dia tidak ragu untuk membullyku serta tertawa terbahak-bahak seperti jin gembrot pada banyak omonganku yang bego-bego, padahal aku gak bermaksud ngelucu. Seriously, dia itu bisa menjadi teman ngejek yang koplak sekali.
Aku suka sekali dengan kefrontalannya padaku saat aku salah atau khilaf sok, dan bisa memberikan usul yang ciamik, tidak seperti yang sebelumnya yang malah diam saja tapi memberikan tatapan seolah mengataiku belagu, lalu menyindirku di medsos.

He has a sexy mind. If i could fuck with it, i would do it lol.

Lebih dari itu, banyak hal terjadi dengan aku dan dia justru setelah kembali ke Jogja...

Aku sungguh tak mengerti betapa berharganya aku, hingga dia membelaku diam-diam ketika ada masalah dengan satu orang yang menghinaku, yang ketika aku mengetahuinya, aku benar-benar menyesal sudah marah padanya sehari sebelumnya.

Namun mungkin aku mengikuti saran Tina tidak 100%, aku belum mempercantik diriku di bagian dalam. Aku masih sering memperlakukannya semena-mena, ketika nonton DWP misalnya. Hun, aku bener-bener nyesel banget udah misuh-misuh kasar pas pesawat delay, dan hampir membatalkan tiket. Maafkan aku yaa. 
Tapi dia tetap sabar. Dan ini gak cuma sekali-dua kali aja. One of the million things i love from him is his ability to control his mood. Sama dia yang sekarang ini, semua hal bisa dikomunikasikan dengan baik. 

Namun aku tak pernah menyangka, seorang cewek yang bisa dibilang gak ada apa-apanya ini bisa menjadi begitu berharga di matanya. Tanyakan pada ibuku, seperti apa Indah Lestari pada jaman sekolah dulu. Beliau pasti bakal bilang kalau aku ini cupu dan tomboy banget. Rambut singa, lepek, bego, cempreng, ga bisa dandan. Dan kini, di masa kuliah pun aku juga belum mendekati sempurna. Masih bodoh dan jauh dari kata anggun. Lalu bagaimana gadis sepertiku ini bisa mengambil hati seseorang yang keren dan dikejar banyak perempuan? Diriku yang sering terlihat kucel, galau akademis, dan berantakan ini. Namun ia selalu berkata ia menyukai  ke-clumsyanku. Dia selalu bilang aku manis, pandai masak, cerdas, dan segala hal yang tak kupercayai ada pada diriku. Semakin lama, ia menjadi seseorang yang membuatku mampu mencintai diriku sendiri
Aku selalu menyukai kedua bola matanya ketika ia berkata "sayang kamu banget". Bahkan pada malam terakhir 2015 sebelum aku pergi untuk kumpul dengan keluarga, tatapan itu menjadi lebih kuat saat dia berniat membawaku ke jenjang yang lebih tinggi.

Aku terharu sekali saat dia main ke Pamulang. Kukira dia gak serius mau mengunjungi rumah. Pamulang gitu, buat yang belom pernah ke Pamulang bisa bingung karena memang luas dan angkot-angkotnya complicated. Kalo malah nyasar sampe Parung kan berabe. Namun perasaan ragu itu hilang saat akhirnya aku melihat senyum sumringahnya ketika membuka pintu depan rumahku di rabu siang di hari saat pilkada berlangsung. Aku senang sekali. Baru jalan beberapa bulan tapi dia sudah mengunjungi rumah di Pamulang.

Akhirnya, he's my miracle. Aku benar-benar berharap dia adalah jawaban dari doaku yang diijabah oleh-Nya. Doa ketika aku mulai merasa tak akan bisa meneruskan hubungan dengan pasanganku yang sebelumnya, dan meminta untuk dipertemukan dengan yang lebih baik. Jauuh berbulan-bulan sebelum aku dan dia bertemu di kafe tempat pertama kami bertemu.

Terimakasih, 2015 

Minggu, 01 November 2015

Penelitian: Risk Assessment

Setelah berhari-hari mencari bapak dosen pembimbing penelitian tercinta di kampus, akhirnya di satu hari yang bejo, gue ketemu juga sama beliau. Saat yang lain udah mulai nge-run, gue baru mau RA sama dosen pembimbing penelitian gue, Prof. Wahyudi. Belom maju RA ngadep safety officer, Pak Imam.

Well, penelitian gue bisa dibilang simpel prosedurnya, cuma ribet di teori plus karena gue anak Prof Wahyudi, jadi gue kudu analisis juga pakai program Matlab. Sempat agak bingung dengan bahan-bahan yang mesti dipake buat RA, tapi akhirnya gue RA juga sama beliau jumat kemarin. Enak banget lah diskusi sama bapaknya ini. 

Bahan yang gue pakai pun cuma 3. Air besi, natrium karbonat, sama ferrous sulfat. Air besi pun buat RA cuma air biasa tok. Intinya gue cuma mesti belajar hazard dari dua bahan lainnya aja. Simpel.

Step 1 selesai. Sisanya tinggal ke Pak Imam, lalu bikin proposal K3 buat ngelengkapin izin kerja di lab dan sisanya ambil sampel di kulonprogo, nyiapin alat terus nge-run deh.

Apa perlu tunggu arsenal menang ya? hahaha

tinggal satu tandatangan lagi :D


Kamis, 29 Oktober 2015

Jigoku Shoujo

Tahnapa kangen sama anime ini. Jigoku Shoujo aka Hell Girl aka Gadis Neraka (?)

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=GVZuQYF2mts

Yah, walau kata kebanyakan orang sih boring dan gitu-gitu aja, tapi gue suka dengan nuansa dark dan soundtracknya yang bikin merinding. Apalagi musik latarnya yang cuma suara senandung nananananaaaa na nananananaaa itu tuh. But most of all, gue suka dengan karakter Enma Ai yang tenang dan menghanyutkan, tapi dari sorot matanya seolah menyimpan penderitaan mendalam. Beuhh... 
Season 1 sama 2 menurut gue yang paling bagus. Tapi kalo dari segi cerita dan soundtrack (baik opening, ending, maupun musik-musik latar) paling kece season 1. Season 2 nilai plus karena lebih sadis dan memuat masa lalu Enma Ai. Tapi beberapa episode akhir  mulai gak beres jalan ceritanya x____x

ippen, shinde miru?

Season 3 udah makin aneh menurut gue, dan ada karakter barunya. Gak begitu ngikutin season ini :(

sumber: http://www.vn-meido.com/

Ohya, salah satu yang bikin kangen mungkin karena Enma Ai itu karakter anime pertama yang gue cosplaykan sekitar tahun 2010. Waktu itu, ada event jejepangan yang lumayan ngehits di UNJ Rawamangun tapi lupa nama eventnya haha. Sekarang sih udah lumayan kekecilan kostumnya. Mungkin suatu saat gue akan bikin lagi.

Kangeeeen. Nunggu tengah malem dulu deh pas kenceng baru donlot wkwk

Sabtu, 04 Juli 2015

KKN Horee - Day 4

3 Juli
Harinya surveeey!!
Keliling ke semua dusun di desa dan ketemu sama bapak-bapak kadus (kepala dusun). Kebetulan sub-unit gue kerja di dua dusun. Dusun Rappoa dan Dusun Bo'dong. Setelah survey, ada program yang gue batalin, dan gue ganti baru setelah liat keadaan di sana. Cape juga keliling-keliling desa jalan kaki. tapi senang juga lihat-lihat salah satu desa pesisir di selatan sulawesi yang penduduknya rata-rata masih tinggal di rumah panggung tradisional berbahan kayu.

Sorenya gue sama cewek-cewek pondokan diajak bukber di rumah sodaranya pakde (pak kades). Pinjem mobil pak haji trus yang nyetir temen gue, Ratri. Makanannya enak-enak bangeeeet. Dari coto makassar, sate sapi, mi goreng bumbu makassar, trus acar, pokoknya semua makanan khas sulawesi selatan deh

Abis dari situ, mamake, a.k.a bu haji, yang punya pondokan yang gue tempati, pas balik ngajak mampir masjid agung bantaeng buat ke toilet sama solat maghrib, eh malah dadakan ngajak sekalian tarawih gitu, lamaaaaa banget ceramahnya, padahal jam 9 mau rapat, tapi sampe jam setengah 9 masih belom mulai solatnya, akhirnya gue ama temen-temen gue pun gak witir wkwk dan pas balik, kan mampir alfamidi dulu tuh, tiba-tiba mamamke minta dijemput lagi di mesjid, trus muter-muter lagi beli makanan, trus ke Alfa lagi, beuuuh ini sih judulnya keeping up with mamake.

Akhirnya sampe di pondokan, ambil laptop trus cao ke pondokan ke-2 dan rapat di sana sampe pagi.

4 Juli
KKN mulai terasa menyenangkan. Hari ini siangnya banyak gabut huft. Paginya gue, pak  haji sama bang reza ke pantai buat liat sunrise, trus liat ada yang nyembelih sapi di salah satu rumah penduduk. siangnya banyak gabut wkwk. trus bukber (lagi) tapi kali ini di rumah penduduk di desa. Makanannya pun sama enaknya kayak kemarin. Beeeuh sepertinya coto makassar mulai jadi makanan favorit gue lah. Trus ada sate sapi lagi, usut punya usut, itu dagingnya dari sapi yang dipotong tadi pagi.

Malemnya, gue ikutan cowok-cowok ke rumah pakde. Ngobrol-ngobrol random sambil sekali-kjali ngobrolin program hahaa. Tujuan gue emang biar dinotis pakde siih. Terus biar bisa tanya-tanya soal program. Asik juga bapaknya ni gaul banget. Agak malem, Wilis dateng buat diskusiin program. Entah sejak kapan obrolannya jadi berubah kursus kilat bahasa makasaar dan bantaeng haha. Yang gue inget itu:

Atengkii Indah = Nama saya indah
Nake tubattu ri Tangerang = asal saya tangerang
apa kareba = apa kabar
batu kemaiki? = darimana?
ero' = di mana?
tamae? = di mana?
ero ko kemai? = mau ke mana?
ero ko siba'ji = mau berantem? (wkwk)
siba'ji lu? = berantem lu? (ala-ala betawi haha)

ki/ko = kamu (halus/kasar)

riolo = duluan
ambali = membantu
pallu = masak
lampa = pergi
lampa daka-daka = pergi jalan-jalan
ta'dodo = ngantuk
cere' = datang
minro = pulang
hacini = melihat
tabik = permisi
ngaru = nangis
nakku = kangen
nakku dudua = kangen banget
ngai ko dudua = suka kamu banget
nakku ko dudua = kangen kamu banget
kurudokkong = dukung
ngalekko galasi = ambil gelas
assassa = nyuci (baju)
bassa = nyuci (piring)
nganre = makan
nginung = minum
nyanggara = goreng
tinroi = tidur
ma'gang = megang
anrio = mandi
nginrang = minjam

parisiki = sakit (dipukul)
daring = sakit (penyakit)
gamara = cantik
koditanja' = jelek mukanya
baji = baik
rate = atas
pamopora = maaf

cidongki bapak = duduklah bapak
teoko gauleang = jangan, gak baik
piti kana-kanai = sembarang omong
eroko naik = mau naik
lampa ngase ko pallu = pergi kamu semua masak
jagangan sambarangupan = jangan ngomong sembarangan

se're' = satu
rua = dua
talu - tiga
apa = empat
lima = lima
annang = enam

kebo = putih
eja = merah
lekling = hitam
gau' = hijau
didi = kuning

bangi = malam
annangsabu = enam ribu
sakiora boddo = celana pendek
saluara la'bui = celana panjang
botolo = botol
colo' = korek
balla = rumah
ponto' = gelang
biringkasi = pantai
juku = ikan
kaluru = rokok
galasi  = gelas
sayur = bangana
dumpi = kue
lokka = pisang
bassi = pisau (kecil)
kalewang = golok

Kamis, 02 Juli 2015

KKN Hore! - Day 1

Gak kerasa banget sekarang gue udah di lokasi KKN bareng 21 anak dari berbagai fakultas di sini, di Desa Rappoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Karena belakangan gue sibuk praksus, proposal penelitian, dan UAS, gue pun ga sempet apdet blog huft. Dan sekarang, pagi kedua gue di tempat KKN.. cerita dikit ah..
Jadi gue ini kaan emang udah niat mau ikut plottingan aja, males jadi tim pengusul karena harus ngurus surat proposal, dan segala macemnya. Pernah sih ikutan kelompok yang lagi nyari anggota, tapi gue ga dateng pas wawancara gitu hhe males banget. Gak karena males juga sih, tapi gue emang belom tau mau kkn di mana dan mau ambil yang tema apa.

Ohiya, jelasin dulu ya sistem KKN di UGM. Jadi, setelah panitia LPPM ngasih list lokasi, tema, dan DPL (dosen pembimbing lapangan), mahasiswa bisa milih lokasi. Yap, asyiknya kkn ugm itu, mahasiswa bisa pilih sendiri lokasinya, gak ayak di kampus lain di amna mahasiswa cuma bisa pasrah dapet lokasi di mana. Nah, mahasiswa harus ngummpulin maksimal 20 anak (untuk wilayah k1 atau jogja sekitarnya 10 anak) yang terdiri dari 4 kluster di UGM, yaitu sainstek, agro, sosio-humaniora, dan kesehatan. terserah tiap kluster komposisinya berapa, tapi harus termasuk semua kluster itu. Milih lokasi ini juga sifatnya open tender, jadi kalo udah ngajuin tim ke satu lokasi tapi ternyata udah ada tim lain yang juga ngambil, harus ada yang ngalah (enatah dari proposal mana yang "menang").

Terus, kalo udah fix satu tim (dengan ketua dan perangkat-perangkatnya), tim itu harus bikin proposal kegiatan, dan kerja bareng buat nyari mitra, dana, mikirin program dan lain-lain. Pokoknya harus bisa kerja bareng lah dan jadi tim yang kompak. 

Baru setelah itu ada masa plottingan. Jadi buat anak-anak males dan pasrah kayak gue gini, bisa dimasukin ke tim manapun secara acak. Bisa pilih mau K1 (Jogja dan sekitarnya) atau K2 (dari Sabang sampe Merauke kecuali Jogja dan sekitarnya). Trus anak-anak plottingan itu tinggal duduk manis nunggu plotyingan.

Masih banyak hal-hallain di dunia kkn seperti "anggota bayangan" dan lain-lain tapi ntar kepanjangan.

Sekarang cerita tentang gue ah..

Jadi gue tuh awalnya ngebet banget KKN ke Papua. Tapi bokap awalnya gak ngebolehin. Katanya nant bisa kena malaria lah, kerusuhan suku di sana lah, de el el. Padahal gue pingin banget mampir Raja Ampat gitu kaaaan. Trus karena gak boleh, gue pun milih Wakatobi, Sulawesi Tenggara, soalnya kan daerah wisata tuh ya hehe sekalian jalan-jalan.

Eeeeeh tiba-tiba bokap brubah pikiran. Gue pun diijinin ke Papua. Tapi udah terlanjur ke-lock di pilihan Wakatobi dan itu gak bisa diubaaah huhuhu. Akhirnya gue ke kantor LPPM buat ngurus apakah bisa ganti lokasi pilihan. Tapi ternyata gak bisa :( yaudah lah, wakatobi kan bagus to. tapi gue lebih pingin Papua..

Tapi gue juga pingin ke Wakatobi (elah labil)
Begitu hari pengumuman plotting tiba, tiba-tiba gue di-chat sama Buana, temen gue anak geodesi yang kebetulan gw kenal dari cosplay circle. Dia ujug-ujug ngajak gue masuk timnya. Dia bilang gue ga lolos plottingan ke Wakatobi. Dia tau karena kormanit (koordinator unit) wakatobi tuh temennya dia anak geodesi.
Jadi, sebetulnya gue udah dimasukin di list nama yang terpilih, ada 29 nama, ada Pandu juga, temen gue anak mesin dan Anggita adek kelas di SMA. 


Nama gue tadinya dah termasuk tuh, tapi ternyata tim Wakatobi ini cuma mau bawa 25 anak aja. 5 anak terbawah gak jadi dikonfirm. Buana tau itu dan akhirnya dia ngajak ge masuk timnya karena timnya kekuarangan anak sainstek dan agro.

Gue bilang ok, dan akhirnya gue dichat sama kormanitnya, Wilis, anak antropologi. Dan kita pun ketemuan buat ngobrol-ngobrol. dua kali, gue berdua sama wilis, dan satunya lagi bareng anakbaru yang lain, Faiz, Reza,dan Joni. tiga-tiganya anak filsafat wkwk.

..
..
..

Dan jadilah gue disini skarang, di dalam kamar pondokan bersama enam ciwi-ciwi lainnya.
Dari 22 di satu unit, kami dibagi tiga sub-unit. ketua sub-unit ini disebutnya kormasit (koordinator sub-unit). Kormasit di kelompok gue itu ada Adit, Buana, dan Dikko. Gue masuk di sub-unitnya Dikko. Tentang program, ada yang namanya program unit, program sub-unit,program individu, program bantu, dan program bebas. Ohiya, sub-unit ini nantinya ditaroh di dusun-dusun yang berbeda. Program individu yangudah gue rencanain sih, bikin pupuk, bikin biogas, penyuluhan kesehatan reproduksi, peragaan IPA "science is fun", dan karena desa tempat gue KKN penghasil rumput laut, gue pun ngerencanain program pembuatan bakso rumput laut. Udah latihan dua kali di rumah mbah hehe

bakso rumput laut hasil latihan gue niiih


Ada satu program yang gue batalin. Pembuatan biogas.  Karena setelah konsul ke orang-orang jurusan, ternyata bikin biogas itu tidak mudah ._.
Program individu minimal 280 jam, dan pembuatan pupuk aja itu udah 336 jam ko hehe. 

Gue berangkata tanggal 1 juli, bertiga bareng Deo dan Joni. Faiz sama Reza udah duluan tanggal 30, sementara yang lain tanggal 1 juga tapi jam 6 sore, nah gue yang jam 3 sore. Berangkat dari Adisucipto Jogja sampai Makassar dengan ditemani pemandangan senja yang ciamik banget.

Sampe di Bandara Sultan Hasanuddin, kita bertiga disambut Faiz sama Reza yang udah di Makassar duluan. Ngaso di Bandara nungguin yang lain. Trus kita pun dijemput pemda bantaeng dari bandara ke bantaeng, bukan cuma unit gue, tapi juga 2 unit lain yang juga ke bantaeng (tapi beda desa) jadi total ada 30 anak plus barang-barang yang super banyak. Nah, kacaunya, bisa yang jemput untuk muatan manusia dan barang sebanyak itu cuma 2 biji, itupun bukan bis, tapi travel. akhirnya 3 unit teronggok terbengkalai di masjid bandara sampe sekitar jam 1-2 pagi setelah bis lain didatengin. Sopirnya ngebut dan akhirnya kami semua tiba di kantor bupati Bantaeng buat sahur bareng. Kantornya kece sekali, dan ternyata masyarakat Bantaeng bisa tinggal di situ dengan bebas. Ada anak Universitas Hasanuddin yang ternyata lagi KKN juga di Bantaeng. Jadi bertubrukan.
Selesai solat subuh, kami semua dikirim deh ke desa masing-masing.

Sampe desa rappoa, kami semua pertama digiring dulu ke kantor kepala desa. Karena cuma ada dua pondokan, jadi kami ber-22 dibagi dua rumah. Tadinya sih, mau dibagi antara yang merokok sama yang gak merokok, atau yang kerudungan sama yang ga kerudungan entah gimana. Tapi akhirnya dibagi satu rumah satu unit dan satu sub unit lagi dipecah. Nah, gue dimasukin ke rumah yang pemiliknya itu suami-istri relijius wkwk dan anak-anak yang serumah rata-rata anak alim (kalo kata anak-anak "golongan ustad") gitu huft yang seru dan bandel di pondokan yang satu, walopun gitu, jaraknya deket siiih. tapi gak semua alim siiih., gue di pondokan ini ber-10 sama Jenia (hukum), Rahayu (kehutanan) , Ayu (antropologi), Ratri (antropologi), Rosita (geodesi), Deo (PWK), Dikko (elins), mas Indra (geofisika), dan Reza (filsafat). Kalo Deo gue udah kenal dia karena dulu pas ospek fakultas teknik gue sekelompok sama dia.

Pertama kali sampe dan lihat kamarnya.. uhmm sumpek. kamar segini buat enam cewek. cowok di kamar lain. kami pun bersih-bersih dulu dan karena gak muat, koper-koper ditaroh luar di ruang tengah. 

Bapak-ibu nya baik dan ngebolehin kami masak. hari ke2 ini mulai kerasa serunya hehe. biar dibilang alim tapi ada yang gak alim juga sih. paling cuma ayu, rahayu, rosita, dikko sama mas indra aja yang alim haha. kemarin dan hari ini juga kami masak, makan, dan sahur bareng, lalu ngobrol-ngobrol absurd dari ngomongin program sampe tentang cicak wkwk. Post ini pun gue bikin setelah kami subuhan berjamaah.


Ya begitulah,ini masih hari kedua, masih ada 58 hari lagi di sini. Pastinya bakal masih ada banyak cerita yang menunggu. Rencanya seminggu pertama ini kami mau survey, trus ada acara festival anak soleh juga kayak lomba ngaji gitu tingkat desa. Baru minggu kemudian ngejalanin program.

(gambar-gambar di Makassar dan Bantaeng menyusul dikarenakan masalah koneksi hufft)

Jumat, 29 Mei 2015

Praksus (Praktikum Kusem): ACC UYEAH!

Alhamdulillah setelah berminggu-minggu kerja kelompok bareng, tiga kali pembantaian, akhirnya kelompok 9 dapet juga acc proposal praktikum khusus hehehehe

Pagi-pagi standby di lab, akhirnya kami ngadep Prof W lagi, yang dipanggil maju kali ini Sapto, sesuai feeling dia .__.
Doi alhamdulillah bisa jelasin dengan kecenya ke Prof, bisa dibilang gak ada masalah, sampe akhirnya Prof meriksa pemrograman kelompok gue yang walaupun bisa jalan tapi hasilnya aneh. And that's why kkhirnya kelompok gue dipending dulu deh.

Berjam-jam berusaha benerin pemrogramannya. Oper-operan dari Saktya, Sapto, Yoyon, Dias, Afta, sampe anak-anak lain yang bukan anggota kelompok kayak Wisnu dan Uzi ikut bantuin juga. Tapi masih aneh banget hasilnya. Grafik yang harusnya linear berbanding lurus ke atas antara fraksi dan suhu malah aneh banget bentuknya, hasil gamma dari metode UNIFAC juga gak sesuai sama yang udah dihitung manual capek-capek.

Gue? cuma jadi kentang aja di antara mereka. Gak ngerti apa-apa soal pemrograman :(

Sorenya kelompok gue cao ke gedung rektorat buat ngadep Prof lagi. Kelompok lain juga banyak yang ke sana buat urusan yang sama. Alhamdulillah pemrogramannya udah bener dan grafiknya mulus banget setelah fraksi dan suhu yang tadinya pake data trial diganti dengan data yang sesuai percobaan.

Setelah kelompoknya Alya selesai, kelompok gue pun maju. Ga banyak sih, cuma ngebahas pemrogramannya, karena teori yang lain udah oke. Daaaan akhirnya dapet juga yang dinanti:



ACC HOREEEEE!!!! :""D


Alhamdulillah wasyukurillah. Proposal praksus yang tadinya begini:

Sebelum dibenerin, penuh dengan catetan revisi

Tulisannya gini:

"15 Mei 2015, pk 15:00
*kelarutan padatan dalam cairan (teoritis/termodinamika)

(Ini waktu kelompok gue harus ngerombak semuanya)


23 Mei 2015, pk 13:00
*Cari model-model untuk gamma A liquid
*Bagaimana mencari data X vs T
*Bagaimana pengolahan data percobaan berbasis teori

(Ini waktu gue dibantai :"))


29 Mei 2015, pk 11:00
*Sempurnakan pemrograman komputer

29 Mei 2015, pk 15:56
*Diijinkan mulai kerja di laboratorium
ttd"


Sekarang yang  baru udah cantik dihias tanda-tangan Sang Guru Besar Teknik Kimia Prof. W ^^

Ini proposal yang balu :3

Yeeeeiy sekarang tinggal kerja di lab terus bikin laporan. Sejujurnya gue rada kurang puas, terutama pas bagian akhir di pemrogramannya itu. Yang ngerjain temen sekelompok, gue gak begitu ngerti dan kalopun gue mau bantu paling cuma sekedar bacain data sama meriksa input rumusnya dah bener doang. Udah ada yang lebih jago malah takut ngehancurin. Hm, tapi InsyaAlaah untuk bagian yang bukan pemrograman gue udah berkontribusi cukup oke kok

Tapi yaudeeh laah dah dapeeeet acc xixixixixi